Si Kumis masih saja mengacak-acak koper itu seakan mencari sesuatu yang hilang. Bokep Montok Pandanganku tertumpu pada pistol yang menggantung di pinggang tersebut.Perasaan takut sudah menguasai diriku. Kemungkinan besar apa yang ingin dikatakan si Kumis (dengan menggunakan bahasa inggris yang sangat aneh) adalah membawa kopi dilarang.Aku mendekati petugas itu dan menanyakan lebih jelas permasalahannya. Dan ia mulai menangis terisak-isak sambil mengenakan pakaiannya.Setelah selesai mengenakan seluruh pakaian kami, aku memeluk istriku yang masih menangis. Aku pun menutupi kemaluanku. Si Kumis berjalan dengan cepat masuk ke dalam ruangan tertutup di pojok lorong tak jauh dari WC.Ruangan yang tak lebih dari 3 x 3 meter itu sangat terang dan seluruh temboknya dilapisi cermin setinggi 2 meter dari lantainya. Bagaimana mungkin ludah si Kumis dapat membasahi sepanjang jari-jarinya itu, pikirku. Aku dapat melihat istriku menjatuhkan kedua tangannya ke sisi tubuhnya.




















