Suasananya sepi-sepi saja. Hubunganku dgn Lidya memang akrab sekali, meskipun tak bisa dikatakan berpacaran.Seperti biasanya, setiap hari Sabtu sore aku selalu mengajak Bobby, anjing pudel kesayganku jalan-jalan mengelilingi Monas. Bokep Thailand Dan hanya kami berempat saja yg merayakannya.Perlu diketahui kalo Lidya adalah anak tunggal di dalam keluarga ini. Membuat dadaku jadi berbunga dan padat seperti mau meledak. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Tentu saja aku jadi gelagapan karena tak bisa bernapas. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Dia malah tersenyum. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi kebanggaan aku meminjaminya. Padahal banyak kawan-kawanku, terutama yg laki laki bilang kalo perempuan itu menaruh hati padaku.Sebut saja namanya Lidya. Aku ingin mengangkatnya, namun Lidya malah menekan dan terus membenamkan wajahku ke tengah dadanya.




















