Aku sangat puas jika melihat kamu berteriak kesakitan.”Aku diam saja. Wanita-wanita yang kebetulan melihatku, tersenyum menahan malu. Bokep indo Karena Nyonya Hana adalah majikanku dan aku adalah ‘BUDAK’-nya. Tidak dapat dielak lagi, cairan lilin panas itu menghujani daerah anusku dan sebagian masuk ke lubang anus.Kali ini aku tidak hanya berteriak tapi juga membentur-benturkan pantatku ke tempat tidur untuk menahan sakit. Tar! Tapi tubuhku terikat erat oleh tali di tempat tidur. Bagiku, kamu adalah budak belian yang hina yang tak lebih dari seekor anjing. Tapi dia tetap tidak perduli. Aku melumuri seluruh badanku dengan lumpur termasuk wajahku. Namun tentu saja aku tidak dapat makan seperti orang biasa. Keringatku membasahi tubuhku dengan deras membuatku semakin lemas.Sementara itu, punggungku terasa amat sakit akibat cambukan dan bagian depan tubuhku dan daerah sekitar kemaluanku masih memerah akibat siksaan panas lilin tadi malam.










