Aku kemudian duduk disofa, tepat dibelakangnya. Bokep Live Kak Dewi segera mereguk minuman yang kusediakan untuknya itu. Aku melihat, dengan mata kepalaku sendiri. Maksud Tedy… mmm jangan marah yah. Benar saja, kak Dewi bereaksi. “Haloo..”,
Aku bergegas pergi, tak ingin mengganggu “sepasang kekasih” yang telepon-an. Saling menyentuh. Dengan tangan gemetar aku membuka seluruh pakaian yang kukenakan, lalu aku berguling-guling diatas spring bad sambil mendekap bantal guling. Seperti kebiasaannya kalau bikin susu ia pasti hanya minta setengah gelas. Aku meremasnya perlahan. Aku mengambil remote TV. Kak Dewi tak bersuara, tapi matanya menatapku, penuh keheranan dan tanda tanya, atau mungkin tatapan apa itu artinya. Diantara desahan dan rintihan aku menyebut-nyebut nama kak Dewi. Kak Dewi hanya berbaring aja. Bahkan si adik pernah diajak ngentot bareng dengan teman pasangan lesbinya sang kakak.




















