Aku masih asyik menjilat dan mengulum dan menghisap ketika Kak Rai memberiku perintah pertamanya.“Diam ya… tunggu…” Aku terdiam.Menunggu, dengan posisi masih menungging. Aku menanti. Bokep China Vaginaku segera banjir oleh cairan cintaku, semuanya dijilat bersih. Saya tetap jadi pembantu di sini. Aku menanti. Aku memandang Kak Edo, merasakan getaran. Matahari sudah terbit di balik awan mendung ketika aku memasuki kamarnya. Mungkin waktunya hanya semenit, tapi terasanya lama sekali, bergelombang, sesuatu yg tdk pernah kualami dalam hidup. Aku mencucurkan air mata. Saya hanya pembantu. Untuk… tuan. Bagaimana kalau mereka melihat kita… jalan berdua? Aku tersenyum, menyambutnya di hari yg baru.“Met pagi, tuan…”
“Met pagi…”
“Sarapan?”
“Ehm… ada kamu kan?”
“Kok ada saya?”
“Iya, saya mau sarapan kamu”
“Hihihi…. Kenangan itu akan selalu kuingat, setiap aku memasuki ruang tidur untuk tamu ini. Malamnya, hujan lebat mengguyur Jakarta. Aku tak tahan lagi.




















