Aku tertunduk malu dan wajahku terasa memerah saat aku merasakan tanganku dijamah oleh seseorang yang bukan suamiku. Bokeb Mas Aryo berkerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang produksi kayu, sedangkan aku hanya tinggal di rumah. Sampai saat ini kejadian ini tetap masih berulang. Kemudian Bondan merebahkan tubuhku ke ranjang. Mas Aryo berjanji untuk melunasi utangnya itu. Ternyata Bondan tidak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh tubuhku, tetapi sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yang menyerangku mulai memudar.Bondan menanyakan dengan lembut, aku ingin minum apa. Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Aryo.“Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Selama hidup baru pertama kali ini, aku pergi untuk menginap di hotel.Ketika pintu kamar di ketuk oleh Mas Aryo,




















