Tatapannya seakan kosong hingga saat aku kembali dari lobby aku terkejut mendengar dia menangis, aku tidak menyangkan kalau ada cowok yang akan menangis bahkan ini bisa di katakan di tempat umum.Perlahan aku mendekatinya dan agak lama juga akhirnya aku tahu kalau dia bernama Ardi. Cowok yang baru saja aku kenal secara tidak sengaja hingga akhirnya akupun pindah tidak lagi tinggl di hotel yang mempertemukan aku dengan Ardi.Tapi dia menyewakan sebuah penginapan bergaya rumah adat di sana, dengan lingkungan yang begitu damai kurasa. Bokepindo Dulu bersama pacarku, aaahhh semakin menggelinjang tubuhku ketika tangannya mulai meremas kedua toketku, akupun mendesah menikmati setiap sentuhan yang di lakukan oleh Ardi padaku.




















