“Maaas, mama lemes sekali”, kata mama dengan suara yang hampir tidak terdengar dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal. Setelah makan malam, lalu kami berdua ngobrol di ruang tamu sambil melihat acara TV.“Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putih… sini mama cabutin”, kata mama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke Bandung. Bokep Montok maaaaaasss?”
“Enak sekali maaaah.”.“Mas, jangan sampai ada yang tahu soal ini yaaaa? “Maaas, mama lemes sekali”, kata mama dengan suara yang hampir tidak terdengar dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal. Kalau mama enggak percaya, boleh deh dibuktiin atau di test ke dokter.”, tambahku sambil kuelus-elus paha mama. Mama terlalu sayang padamu, jadi kamu jangan curiga kalau mama pacaran lagi”, katanya terisak sambil menciumi pipiku dan akhirnya kami berpelukan. Aku buka saja ya mah?”, tanyaku minta izin sambil memandang ke arah nya.




















