Satu tetesan pertama mendarat tepat di atas putingku yang terjepit oleh jepitan buaya. Aku merasakan siksaan yang amat sakit. Bokep Family Aku juga tidak dapat terus-terusan tinggal diam di situ karena aku tidak punya pakaian selembar pun. Aku menurutinya. Punggungku kembali terasa sakit karena luka cambukan semalam belum sembuh. Aku hanya dapat berteriak kesakitan dan memohon ampun pada Nyonya Hana. Nyonya Hana kemudian memberiku makan saat itu. Dia kembali menyalakan lilin. Kini aku hampir dapat mencium kedua lututku. Harga diriku benar-benar diinjak-injak. Jaraknya kurang lebih lima kilometer. Kalau tidak, aku akan ditinggalkan selamanya di hutan tanpa pakaian. Tes.. Tes.. Nyonya Hana tertawa terbahak-bahak melihatku kesakitan dalam keadaan telanjang dan terikat tidak berdaya.




















