Pelukan yang sekarang ini sudah terkontaminasi secara akumulatip oleh campur tangan sang “setan lewat” tadi.Saat kepala Surti terasa pasrah bersender pada dada, jantung Pakde Marto langsung tidak berjalan normal. Tetapi Pakde Marto tidak akan mengikuti kemauan idealnya. Bokep Tobrut Sehari-hari mereka bahu membahu mencari sesuap nasi membantu Pakde di sawah atau Budenya yang buka warung kecil-kecilan di rumahnya. Keras mencuat ke depan seperti cengkal kayu yang menonjol pada sarung anak yang disunat. Pakde Marto tidak kehilangan arah. Dan tonjolan di celananya membuat susah memposisikan duduknya. Waktu mereka tidak banyak. Demikian pula Pakde Marto merasakan kehangatan tubuh Surti yang istri keponakannya itu. Tetapi sebagaimana Pakde Marto, Surti juga berusaha menepis pikiran buruknya dan berkata dalam hatinya “nggak mungkin, ah”.Walaupun dibalik sanggahannya sendiri itu bersemi di hati kecilnya, akankah datang sebuah keajaiban yang membuat tangan Pakde-nya menyentuh payudaranya lagi?




















