Sukar sekali untuk bisa mengatakannya. Itu sebabnya aku tidak merokok, tidak minum minuman keras dan tidak berurusan dengan narkotik (walaupun nantinya aku menjadi salah seorang pengedar). Bokep SMA Dan yang membuatku semakin menyesal adalah aku tidak sempat melihat jenazahnya, karena telah dikuburkan di sebuah pemakaman umum di Jakarta. Malam itu (atau lebih tepatnya pagi dini hari) kulewati dengan makan bersama Jeanne (masakannya enak lho!) dan aku menginap di apartemennya.Pagi itu aku bangun dengan pikiran yang berkecamuk. Adikku, perempuan, lahir 3 tahun kemudian setelah aku (dia sudah menikah dan berputra seorang sekarang). Aku sadar dan bisa mengerti. “Sweety… this one is for you!” kataku sambil mulai memainkan tuts-tuts piano. Aku mencoba untuk menghiburnya, memberikan dukungan dan menyatakan bahwa ada orang yang mencintainya. Beberapa kali ayahku harus “menebusku” di kantor polisi atas tingkah lakuku yang sudah termasuk tindakan kriminal.Akhirnya




















