Aku masuk ke Plaza, cari tempat parkir yang aman, di belakang bangunan. “Mau minum susu..?”, tawarnya. Bokep Jilbab/Hijab Puting yang hampir tak terasa, karena kecil. “Tenang aja Mas.., rahasia dijamin, ya Sari”, kata Bu Maya sambil mengedip penuh arti.Setelah menurunkan Bu Maya di halte, aku langsung mengarah ke Setia Budi. Aku melayang. Seringnya sampai jam 19 atau 20. Kondisi jalan yang penuh tikungan dan tanjakan sementara konsentrasi tak penuh.Hari mulai gelap, aku belum menemukan solusi masalahku, di mana aku akan menggumuli Sari? Sekarang udah kemaleman. Sementara ujung telunjukku memencet clitorisnya. Aku memperlambat jalan mobilku, menikmati kulumannya sambil mata tetap mengawasi kendaraan lain. Tempat ini memang biasa macet. Ah, itu tempat wisata, susah untuk “begituan”. Mungkin karena aku memakai dasi sehingga aku dikiranya manager di BUMN ini, padahal aku hanya staf biasa di perusahaanku.




















