“Terserah. Perahu kami terangkat ke atas, kemudian tehempas ke bawah. Bokep China “Suti….” panggil ibu. Ayah dan ibu sudah tertidur, demikian juga Suti. Ya… dua ekor ikan sembilang trangkat dan kulepas dari pancing serta memasukkannya ke dala perahu. “Malu Mas” katanya. Aku mengikutinya. Nanti kamu harus menikah dengan laki-laki lain,” kataku. Demikian juga Suti sangat menyayangi kang Mas-nya. Dia sudah pula menyebut dirinya dengan kata Bu ne. Pembeli masih ada yang menunggu kami membeli ikan. Kami hanya dua jam di rumah sakity. Ayah tau, kalau ibu ke laut , aku yang menemani. Aku membuka seluruh pakaianku bertelanjang aku menadah air pancur yang sejuk di kepalaku. “Aduh, Bu. Aku mendengar sesekali dia mendesah. “Kita tidur-tiduran lagi ya, Mas?” kata Suti. Kami menjatuhkannya kembali. Sebelah tanganku memegang kemudi dan sebelah lagi memeluknya.




















