Haah.. Bokeb Lepasin dong..”
“Kamu bohong.. Rambutnya terurai panjang hingga punggung, wajahnya yang cantik nyaris serupa dengan penyiar sebuah stasiun TV Fifi Aleyda Yahya.Marissa namanya, selalu mengusik kalbuku hingga kini. Bentaarr..” lalu aku buka lakbannya. Aku berniat menculiknya dan mengikatnya selama-lamanya. Aku berniat menculiknya dan mengikatnya selama-lamanya. Tapi hari makin hari mungkin Marissa merasakan sayang dariku meski segalanya berawal dari sebuah penculikan.Namun aku bisa rasakan bahwa dia mulai mencintaiku. Pada suatu kesempatan yang baik, aku berhasil mengundangnya makan siang, keluar sebentar dari kantornya.Berusaha aku menyatakan ketertarikanku.. Aku akan menjadi ayah untuk anakmu”Marissa hanya bisa menangis terisak-isak.Sejak kenikmatan itu, aku selalu memuaskan nafsuku untuk terus-menerus memperkosa Marissaku yang sexy itu. Hemm langsung aku pindahkan ke dalam sebuah koper besar yang sudah kusiapkan dibagasi.Lalu meluncurlah Kudaku menuju apartemant.




















