Ketika aku kembali, Dewi dan Fenny sudah menantiku di pintu ruang tengah. Wajahku pun telah basah oleh keringat. Bokep Tante Aku tersenyum bangga, bisa menikmati tubuh wanita secantik dan semontok Dewi.Ketika aku dengan hati puas menikmati ekspresi penuh kenikmatan wajah Dewi, di saat itulah ciuman bibir Fenny mendarat di belakangku, tepat di atas pantatku. Rasanya seperti terpilin-pilin. Rupanya ia suka doggy style penetration.“Aku tahu, Mas Ardy suka pantatku”, katanya sambil tertawa kecil. Aku keluar! Dinding-dinding vagina Dewi menjepit kemaluanku. Dan dengan satu sentakan keras, aku membenamkan kemaluanku sedalam-dalamnya. Sambil tertawa-tawa keduanya berputar-putar, mempertontonkan kemontokan dan kemolekan tubuh bugil mereka.Kupandang buah dada keduanya yang montok, bongkahan-bongkahan pantat yang bulat, padat dan besar. Erangan dan lenguhan Dewi berubah menjadi jeritan histeris penuh birahi yang meledak-ledak.“Oohh..! “Udah”, jawaku sekenanya.Segera kedua wanita itu menerkamku di atas ranjang Mei yang lebar dan




















