Dan sikapku juga terus seperti anak balita, walau usiaku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indri menikah. Bokep Crot “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Linda. Dan hanya kami berempat saja yang merayakannya.Perlu diketahui kalau Linda adalah anak tunggal di dalam keluarga ini. Padahal aku sudah punya mobil. Habis lucu sih…, Soalnya waktu Mbak Indri menikah, umurku sudab dua puluh satu tahun.Hampir lupa, saat ini aku masih kuliah. Tentu saja aku jadi gelagapan karena tidak bisa bernapas. Selesai makan malam, Linda membawaku ke balkon rumahnya yang menghadap langsung ke halaman belakang.Entah disengaja atau tidak, Linda membiarkan sebelah pahanya tersingkap. Aku memang tumbuh menjadi anak yang manja. “Bobby”, sahutku tetap dengan nada bangga.Tante Maya meminjamnya sebentar untuk berjalan-jalan.




















