Yuni tak semenarik dulu lagi. Bokep Cina Suami macam apa aku ini, yang hanya tahu mencari uang tanpa memikirkan keluarga.Sebelum tidur, aku dan Yuni berdikusi banyak hal. Istriku ternyata begitu berat pekerjaanmu di rumah selama ini. Heny ingin lebih fokus dalam merawat dan mendidik anak-anak kami.Aku tak mempermasalahkan alasannya. Dan permasalahan dikelurga kami telah tersolusikan.“I Love you, Yuni!” Kataku sambil memeluknya
“Terima kasih sudah menemani dan mengurus aku dan anak-anak selama ini”,
Ku kecup keningnya dan tidak terasa meleleh air mataku, telah kutemukan apa yang selama ini aku cari-cari Pernikan kita dahulu dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Dia memang tergolong wanita yang rajin, seolah-olah tidak ada capeknya.“Bagaimana dengan pekerjaannya di kantor, mas ?”
“Baik dek” aku biasa memanggilnya dengan sebutan adek.




















