Wiendatang. Akumeringis merasai sentuhan kulit jarinya. Bokep Cina Jam berapa harussampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yangpenuh gelora itu. Ke bawah lagi: Turun.Ke bawah lagi: Tidak. Kaki disandarkan didinding. Lihatlah iatadi begitu teliti membenahi semua perlatannya. Suara pletakpletok mendekat.Ayo tengkurap..! Kakikusandarkan di tembok yang membuat ia bebasberlamalama membersihkan bagian belakang pahaku.Mulutnya persis di depan Junior hanya beberapa jari.Inilah kesempatan itu. Ini.., kutunjuk pangkal pahaku.Besok saja Sayang..! Suara itu lagi.Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta akumenutup kaca angkot. katanya.Halo..? Hanya suara kebetan majalahyang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musiklembut yang mengalun dari speaker yang ditanam dilangitlangit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletakpletokpletok. Hidungnya tidak mancungtetapi juga tidak pesek. Aku tersetrum. Aku tidak dapat lagimemandanginya.Kantorku sudah terlewat. Ia tepatberada di tengahtengah.




















