Erangan nikmat kami berdua, terdengar sangat romantis saat itu. Bokep China Penny’ku masuk sedikit demi sedikit. Lalu aku berfikir, kira-kira topik apa yang akan aku pakai, karena selama ini aku jarang sekali bicara dengan dia. Semakin baik pikirku. Namun tidak berapa lama, kurasakan pahanya menjepit tanganku, dan tangannya memegang tanganku agar tidak bergerak dan tidak meninggalkan ‘Veggy’nya. Aku perhatikan dia begitu bernafsu, mungkin sudah sejak tadi pagi dia terangsang. Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan mendapat respon yang baik. Entah keberanian dari mana, aku bangun sambil memegang tangannya, dan memintanya berdiri berhadapan. Sejenak aku perhatikan wajahnya yang tampak beda, merah padam. Akhirnya aku ingat bahwa dia memiliki masalah bau badan. Sejenak terlintas untuk membuat Lia lebih dalam menguasai ‘pelajarannya’. Dia hanya mengiyakan permintaanku, dan mulai berani mengatakan satu dua hal.




















