Selesai menyisir rambut ia malah membuka dua kancing teratas kemejaku dan mengurut bahuku dengan sedikit body lotion.Napasnya menyapu tengkukku, terdengar berat dan agak terengah-engah. Tangannya menyusup di balik celanaku, kemudian mengelus, meremas dan mengocok kemaluanku dengan lembut. Bokeb Engngnggnghhk” Ia melepaskan tanganku dari selangkangannya. Aku semakin pusing, bukannya badan bertambah segar nanti malahan pegal yang akan kudapat.Aku ragu dan melirik ke arah pintu, takut kalau ada pelanggan lain yang masuk ke salonnya. Melihat aku keenakan dipijat Mbak Antik menawariku untuk pijat badan.“To, mau badanmu dipijat? Tikk..!” Kupeluk tubuhnya erat-erat dan kutekankan kepalaku di lehernya. Masukkan batangmu.. Desiran yang mengalir ke penisku kurasakan semakin cepat.




















