Sari mengangguk geli sambil ngeloyor membuat kopi.Begitulah, sedikit bahasa kami saat di udara sana. “Ssst, beliau baru ibadah !”, kataku. Link Bokep “Teh ama kopinya bener…”
“Susunya?”
“Heh.., heh..”, sahutku nakal. Matanya melirik tajam penuh arti, meskipun bukan pandangan nakal. Sari bermuka antara Padang dan Menado, matanya sipit, rambutnya ikal seksi, tubuhnya khas pramugari dengan kaki dan punggung indah ditambah kebiasaannya fitness dua hari seminggu sehingga mukanya tampak selalu memerah segar. Ular dipelukanku yang tadi diam dengan tabah kini berkelenjotan dengan panik tapi yang meyebabkanku makin sayang padanya adalah matanya. “Ih, mesra juga”, katanya. Aku hanya tersenyum. Ana tersenyum, jelas terlihat nafasnya yang ngos-ngosan karena deg-degan, matanya tak lepas memandangku. Kubalik posisi hingga kini Ana berada di atasku.




















