No info
udah keliatan belon?”
aku terkaget-kaget di tempat duduk menatap wajahnya yang tersenyum manis, “apanya, nih?”dia tersenyum lalu gerakan matanya menunjuk arah diantara kedua kakinya yang membuka sambil berkata pelan, “..celana dalemnya ciecie..”nah, kebayang kan gimana malunya dan merahnya mukaku saat itu ditembak langsung begitu.. Aku sendiri termasuk yang ‘miskin’ di sana, abis aku cuma diantar jemput sama ciecie-ku aja sedang yang laen kadang dianter jemput sama sopir pake mobil sendiri (baca: yang dikasih ortunya buat dia)Kakak perempuanku yang sulung, Sinta, tapi dipanggilnya Sian buat temen sekolah/kuliahnya. Bokep Jepang Dia tersenyum dan berdiri sambil membelai pipiku. Usianya waktu itu 18 tahun. Well, kami liat-liat di sana ternyata sepi-sepi aja kecuali di beberapa stand/gedung pameran seperti mobil.





















