Kok aku jadi mikirin itu aja sih?! Karirnya melesat terus. Bokep Apa yang kami minta selalu bisa dipenuhinya. Segala biaya hidupnya, Mamaku yang nanggung. “Yap,” sahut Willy singkat. Batangnya gemuk, segemuk botol coca cola yang sedang dipegangnya. Jauh lebih menonjol kayaknya. Mataku langsung menatap ke arah kontolnya. Mama enggak bakalan bangun. Adik sendiri ngentot ditonton,” kata Mimi padaku. Sebelum ngentotin gua, Mama habis dihajar sama si Willy. Dari kecil selalu hidup bergelimang harta, dari penghasilan Mamaku, membuat kehidupan glamour sangat melekat pada diri kami. Kayaknya, buatnya itu hal yang lumrah saja. Dia masih kelas tiga SMU. Mataku yang sedang merem melek langsung menatapnya. Gila aja kontol bisa segede itu!




















