aakkuu.. Begitu perhatiannya pada diriku, Mas Roni seringkali menyerahkan hadiah padaku. Bokeb nggaak.. dadamu putih dan in.. Mau nggak ?” tanyanya lagi. Tetapi berikut kenyataannya, aku paling sayang padamu Ri,” ujarnya dengan lirih seraya meninggalkanku.Seketika tersebut aku merasa paling menyesal. Aku sebenarnya pun berniat mencarter kamar sendiri namun Mas Roni melarangku.“Ngapain boros-boros, bila sekedar tidur satu kamar saja. mohon”.Tiba-tiba saja Mas Roni beranjak dan dengan cepat melepas seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya. “Crot.. Ia seorang pria berbadan tinggi besar dan lumayan atletis, tingginya lebih dari 180 cm. Aku dapat menikmati napasnya mulai terengah- engah.Sementara aku sendiri semakin tidak powerful untuk menyangga erangan.




















