Aku bergegas naik. Bokep Colmek Lenganku kemudian ku tekan sedikit ke belakang, sehingga aku bisa merasakan sesuatu yang begitu empuk. Dia bangkit, kemudian tersenyum kepadaku. Berarti sebentar lagi masuk kota. Itu kaki orang dewasa. Jadi ia terangsang. Tempat itu terasa lebih basah daripada sebelumnya. Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus.Dia memandang ke bawah tubuhku.“Kasihan ya,…” senyumnya menunjuk ke “adikku”. Aku kembali mengelus pahanya. Sial.Untung Cikampek tidak macet. Dan sangat empuk. memastikan. Bus semakin sepi mendekati terminal Giwangan. Oh, dia ternyata melirikku. Kali ini pelan-pelan. Harum rambut dan parfumnya mulai merasuki hidungku. Dan sangat empuk. Besar, dan sangat kenyal. Orang-orang makan malam dan ke belakang. AC mulai berhembus lagi. Tidak disangka, kaki itu balas menggesek. Dia terengah-engah. Uh, begitu romantis. Aku segera membuka mataku untuk menegur orang tuanya. Agak lama dia membukanya. Matanya




















