Seketika pandangan Ananda bersama kedua orang tuanya tertuju ke panggung. Bokepindo Di saat break aku pergunakan waktu yang ada untuk menemui Ananda bersama ke dua orang tuanya. Dengan santai aku duduk sambil menikmati segelas coklat hangat dan sepotong pancake nanas kesukaanku. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. Tak mengherankan jika, kalau Ananda mendapatkan kasih sayang secara penuh baik dari papanya dan juga Mamanya. Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya, sambil tersenyum lembut menatapnya. “Sudah lama aku mendambakan kamu Ananda” bisikku mesra di telinganya. Aku bertemu kembali dengannya tapi bukan di kampus seperti saat itu. Ketika waktu menunjukan pukul 23.30 aku mengatakan kepada Ananda. “Baiklah kalau menurut kamu begitu” jawab Ananda kemudian. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi.




















