Tanganku kembali ke pahanya, bahkan terus ke atas meraba CD-nya. “Bu Maya cuma mau nebeng sampai halte”, kata Sari seolah mengetahui kekhawatiranku. Bokep Mama Dari kantor ke jalan “D” memang makan waktu 10 menit jalan kaki.Pukul lima seperempat aku sudah sampai di jalan D. Tak bisa, terlalu malam kena marah mamanya, katanya. Gelap dan sepi. Kembali kepala Sari turun-naik mengulum penisku. “Kamu sendiri deh”. Ke Maribaya? Betul juga. Aku juga memberinya uang dengan harapan agar lain kali bisa kusetubuhi.Esoknya ketika aku membeli rokok, Sari kelihatan biasa saja tak berubah. Aku bebas saja mendesah, melenguh, atau bahkan menjerit kecil, tempat parkir yang luas itu memang sepi. “Boleh..”, kataku sambil memindahkan tanganku dari paha ke belahan kemejanya, menyusup ke balik BH-nya, meremas.




















