“Yach.. Bokep Mom Om Prass memeluk tubuhku yang berada diatasnya. mulai mengecil.. “Sialan..”! Dia bimbing aku yang hanya memakai CD ke tempat peraduan yang sudah tersedia diruangan itu. Karena obrolannya nyambung, kami jadi tidak canggung lagi, malahan ketika keluar dari restoran Om Prass berjalan memeluk pundakku sambil menapaki tangga biasa.Di dalam mobil, kami terus ngobrol sambil bercanda dan terkadang Om Prass .. “Begini saja Om.. jawabku tersenyum. uhh..akhh.. satu.. Komunikatif, humoris meskipun terkesan agak galak.Lama-kelamaan, Aku jadi menikmati chating dengan Om Prass, makanya ketika suatu hari disaat chating dia ngajak ketemu akupun menyetujui.. ya atas semuanya. replyku. habis Om kata-katanya singkat dan mau menang sendiri kalau di chating!! mulai mengecil.. “Kalau kita sudah ketemu, jangankan no telepon..




















