Begitu aku membuka pintu ternyata benar dugaanku ternyata sudah ada puluhan wanita disana. Bokeb Ohh aku sudah tidak bisa mundur lagi sekarang..Tapi urat sadar dan urat malu ku masih berfungsi walaupun kecil sekali kadarnya..“Bang.. Ehh Mbak” kataku dengan senyum semanis mungkin.“Sama-sama” kata wanita yang satunya juga dengan senyum ramahnya.“Ehh Mbak..” panggil seorang diantara mereka..Kaget aku menoleh kearah 2 wanita tersebut.“Pasti Mbak diterima deh” kata wanita berkaos pink sambil memainkan matanya.“Lho.. Ahaa.. Dan ehh tunggu dulu.. Tubuh kaku terasa pucat dan gelap semuanya ketika kurasakan cairan vaginaku deras menerjang.“Ohh..” aku merintih sambil keluar air mata.Crott.. Aku menduga sambil berharap. Ohh mungkin itu ruangan wawancaranya pikirku.Cukup lama aku menunggu lebih dari 2 jam, akhirnya nomorku dipanggil oleh seorang pria keturunan India atau arab aku tidak tahu.




















