Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu. Namun aku hanya diam saja, tak tahu apa yg harus kulakukan. Bokep SMA Begitu dekatnya sehingga aku bisa merasakan kehangatan hembusan napasnya menerpa kulit wajahku. Dan dia semakin aktif merangsang gairahku. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. Bahkan aku tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Dia tersenyum-senyum. Aku coba untuk menuruti keinginannya tanpa ada perasaan apa-apa.“Ke kamarku, yuk..”, bisik Lidya mengajak. Namun aku masih tetap diam, tak tahu apa yg harus kulakukan. Aku memang tak mengerti dgn kekecewannya. Apalagi sampai jatuh cinta. Kali ini bukan hanya mengecup, namun dia melumat dan mengulumnya dgn penuhl gairah.




















