“Maaf kenapa ?” tanyaku, sambil mengelus tangannya yg melingkar ke dadaku. Bokep Walaupun sebenarnya ini posisi yg konvensional, tapi entah kenapa terasa begitu nikmat. Dari sofa yg masih terpisah, aku pegang kedua tangannya sambil aku elus perlahan.“Mbak..” kataku perlahan.Mbak Femi cuma memandangku sambil tertunduk, ada sedikit rasa takut terpancar dari wajahnya.“Mbak…” kataku lagi sambil menariknya untuk duduk disofa panjang bersamaku.Mbak Femi mengikuti tarikan tanganku, masih sambil tertunduk antara takut dan malu.Mbak Femi duduk di pojok sofa, sedang aku duduk disebelahnya. Dia mencoba menekannya sekali lagi, tapi tetap aku tahan, dia semakin frustasi. Tapi sebelum sampai ke mejanya, aku melihat mbak Femi serius sekali membaca sebuah web site di layar komputernya.



















