dan…. Bokep Cina Aku nonton acara-acara TV yang membosankan dan juga semua berita yang ditayangkan… tanpa konsentrasi sedikitpun.Sekitar jam 9 malam suster Wiwik datang untuk mengobati lukaku dan mengganti perban… pada saat dia melihat meriamkupun dia takjub…“Ngga’ salah apa yang diomongkan temen-temen di ruang jaga ” demikian komentarnya.“Kenapa Sus ? “Iya dan kaya’nya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya’ malem ini ” sahut suster Wiwik. Sesaat kemudian aku masih sempat melihat kaki kananku digips… mungkin patah kena stick soft ball.Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku karena dia sibuk nangis… hatinya memang lemah… sepertinya dia melankolis sejati.“Mita sini aku mo bilangin kamu ” kataku…Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke mulutku.“Jangan bilang sama Dian soal apa yang kamu lihat barusan… kamu suka ngga’ ?” kataku berbisik.“Serem ” bisiknya bales.” Dian… kamu jangan lihat




















